Showing posts with label Describe. Show all posts
Showing posts with label Describe. Show all posts

Tuesday, August 14, 2012

Describe #5 Gere!

Aku masih ingat betapa diamnya dia dulu. Kira-kira 2 tahun yang lalu, aku pernah pergi dengan Shipo, Kak Ina-Ira, dan dia, untuk menonton pertandingan bola Tim Kak Buyung melawan tim Komplek Ina-Ira. Setelah itu, aku menginap di rumahnya. Aku belum kenal sama dia. Dia bukakan pintu untukku, tunjukkan kamar mandi di bawah tangga untukku, dan hanya menatapku lalu kembali ke kamarnya. Selebihnya, aku menghabiskan waktu dengan kedua kakaknya di ruang makan.

Sekitar kurang dari 1 tahun kemudian, kelasku bertetangga dengan kelasnya. Awalnya, Shipo dan Om lah yang dekat dengan anak ini. Aku hanya melihat mereka ngobrol bersama, sambil sesekali nimbrung. Sangaat jarang nimbrung. Lambat laun, entah kenapa anak ini jadi sering memasuki hari-hariku. Terutama dengan tujuan iseng yang sampe bikin sebel. Aku pun, mulai mengenalnya. Dia lah...

Giri Ganapati!

Aku juga masih ingat pertama kali aku ketawa sampe ngakak gara-gara Giri adalah waktu dia meniru habis-habisan chef Juna di lapangan bola. Aku ketawa sampe gak berhenti, begitupun dia yang ngelawak. Sejak saat itu aku baru tahu, kalau Giri bukan anak pendiam. 

Menurutku, Giri adalah seorang manusia dewasa yang seolah terperangkap di dalam tubuh dan mindset anak-anak. Sekalipun dia sangat-sangat iseng tiada tara, dia bisa menjadi sangat baik, bertanggung jawab, perhatian, dan manis di satu waktu. Bahkan sampe bikin aku jadi gak enak sama dia. Terkadang dia bisa mengerti perasaan orang lain sekalipun kita belum mengunkapkannya. Enak buat jadi tempat curhat, tapi cukup membawa bencana kalo dia lagi Iseng Mood On. Kurasa, dia adalah calon ayah dan suami yang baik. Hahahahaha selamat Giri!! :) 

Anak ini pernah berhasil bikin aku bener-bener kesel sekesel keselnya kesel sama dia sampe aku harus menenangkan diri karena air mataku keluar dengan sendirinya. Saking keselnya tapi aku gak bisa marah, aku jadi mojok, nutup muka dan membiarkan laptopku terbengkalai dengan setting-an yang terbalik!! Sumpah Gir aku benciiiiiii banget sama perilaku mu waktu itu! Asal kamu tau Gir, aku lagi dikerjar-kejar deadline penelitian yang udah lebih dari 100 halaman! Aku lagi mengedit penelitian RESE itu dengan badmood karena gak selesai-selesai eh dia dengan santainya datang menghampiri. Ku kira dia ada keperluan apa gitu buat pinjam laptop. Ternyata, aku dikerjai!! Sumpah itu sangat sangat mengesalkan. Aku minta tolong buat dibalikin seperti semula, tapi dia malah meledekku!

"Masa sih yang kayak gini aja kak Angi gak tau?! Kak Angi gak bisa balikinnya? Hah PAYAH! Yang kayak gini nih yang mau ke Jepang? Kak Angi gak akan bertahan hidup di Jepang! Ginian aja gak bisa!"

--__________________-- Apa?!

Aku gak tau lagi bisa bales kata-kata Giri dengan apa. Aku hanya tetap memohon dan akhirnya dia mau mengembalikannya SETELAH aku benar-benar sudah dianiaya oleh Reihan dan Nabil yang juga mengolok-olok aku yang gaptek ini (maksudnya lebih gaptek dari mereka).

Kemudian, jam ku untuk mengerjakan penelitian kepotong sama jam sarapan. Setelah sarapan, aku kembali ke kelas dengan mood yang masih kacau karena kata Bu Aulia,  penelitianku masih kurang detil, kurang bagian ini-itu-ana-utu ya banyak lah pokoknya. Padahal kupikir minggu itu sudah bisa di cetak... ternyata TIDAK!

Waktu aku nyalakan laptopku lagi.... JENG JENG JENG!! Lagi-lagi dibalik sama Giri! Rasanya pengen kubanting aja itu laptop terus aku pulang! Tidur! Aku mencoba untuk menuju home aja perjuangan setengah mati karena kursornya ikutan miring arahnya TT____TT disitulah air mataku mulai keluar. 

Tiba-tiba dengan senyum yang SANGAT INGIN AKU HANCURKAN Giri datang menawarkan pertolongan yang lagi-lagi diawali dengan hina dina yang amat sangat menyakitkan. Ya yasudahlah... daripada gak di tolong sama sekali. 

Begitulah Giri, Dia sangat usil keterlaluan! Bahkan sepatuku pernah dia letakkan di atas genteng -___- diatas pohon juga. Bagian dalam sepatuku pernah diisi oleh kerikil, ranting, dan benda-benda lainnya yang diluar dugaan. Tapi kalau soal mengisi sepatu, aku gak teralu menyalahi Giri karena aku tahu Shipo lah dalang dari semuanya.

Giri juga kunobatkan sebagai The King Of Immitatting! Dia jago banget niru orang lain. Mulai dari gerakan, logat, versi asli bahkan versi lebay. Nyebelinnya, dia sering sekali meniru ku dengan versi lebay. Sampe jijik liatnya. Giliran di suruh ngaca, dia nolak karena dia tahu itu sangat menggelikan.

Tapi dibalik semua keisengan itu, Giri lah yang dengan sangat baik mau membantuku memperbaiki netbook ku yang sudah tidak tertolong. Bahkan sampai tengah malam dia masih beberapa kali menelpon untuk bertanya ini-itu soal netbook ku yang kuserahkan pada dia. 

Aku juga tidak menyangka dia akan membuat sertifikat lulus dari kejahilan Giri. Ku kira kalaupun dia akan membuatnya, dia tidak akan seniat itu bikinnya. Ternyata, Niat BANGET!! Malah kertasnya lebih bagus dan tebal daripada kertas kelulusan sekolahku. Hooaaah aku jadi terharu :')

Waktu hari pertama masuk sekolah ajaran tahun ini, di malam harinya, dia menelponku setelah aku meng sms nya 1x. Aku sangat terkejut sekaligus senang! Aku ditelpon sama Giri? Aku?

Padahal isi sms ku hanyalah mengenai kelas barunya, yang aku tidak bisa lihat lagi. Kemudian di telpon dia sangat cerewet! Diawali dengan kalimat yang masih sangat aku ingat.

"Ngapain kak Angi tanya-tanya soal kelasku? Mau tau? Iya? Penasaran sama kelas baru ku? Kalau penasaran dateng dong ke sekolah!"

Kemudian dia meledekku sambil bercerita kejahilan-kejahilannya bersama Nabil dan teman barunya  yang juga jadi saingannya hahaha (tenang Gir, level mu jauuuuuuuh diatas dia!).

 Diakhir percakapan sebelum telpon di tutup, Giri mengucapkan sebuah kalimat yang bikin aku kaget dan ingin menangis karena tak percaya seorang Giri bisa mengatakannya. Aku juga kangen sama Giri :')

Bukti bahwa Giri adalah anak yang perhatian adalah waktu aku pertama kali ke sekolah lagi setelah lulus, dia satu-satu nya orang yang menyadari bahwa amandelku sedang kambuh karena suaraku yang serak. Dia bisa tahu karena aku mengobrol dengan dia selama perjalanan dari lobi ke mobilku. Giri detil sekali pendengarannya :)

Katanya sekarang Giri udah jadi lebih dewasa lagi. Hahahaha sayang sekali aku tidak bisa melihatnya secara langsung. Karena 'si dia' ya Gir? Ciiieee Giri! Udahlah Gir.. udah lampu ijo tuh! selamat berjuang Gir! Aku mendukungmu.


Biarpun kamu rajanya iseng, tapi aku yakin kamu akan jadi orang hebat nantinya! ^^ 

Giri Ganapat! Aku masih bersedia kok jadi korban kejailan mu lagi :D


Sunday, July 15, 2012

Describe 4# Om

Alrino Monda Muharam

Orang ini salah satu temanku sejak TK. Waktu SMP, dia bermuka tua dan berkumis. Selain itu, dia juga memiliki ponakan yang memanggil dia Om. Sejak saat itu, kita panggil dia Om, dan dia menganggap kita (AlKaLi) sebagai ponakan-ponakannya juga.

Bisa  dibilang orang ini hebat karena dia pernah mencuri perhatianku selama bertahun-tahun. Dia pintar, hanya saja malas dan suka bermain-main. Apalagi kalo sudah sepak bola, siapapun tidak akan bisa menghentikan dia kalo udah mau main bola. Lagi sakit pun tetep mikir berkali-kali mau main bola apa enggak. Ah satu lagi! Play Station! Dia gak pernah bisa lepas dari konsol PS apalagi kalo lagi liburan. Ya.. seperti anak-anak cowok pada umumnya.

Aku mulai beneran kenal sama orang ini sejak SMP. Biarpun kita seangkatan bahkan sejak TK, dari dulu aku jaraaaaaaaang banget ngobrol sama Om. Kalaupun ada kesempatan, biasanya aku grogi duluan jadi hancur lah semuanya. Hahahahhahaha maklumlah.. bagiku dulu, orang ini satu-satunya cowok, yang paling cowok. Cowok banget lah pokoknya. Awalnya sih karena sejak SD aja dia lebih tinggi dari aku yang waktu itu jauuuh lebih tinggi dari yang lain. Sejak saat itu aku suka memperhatikan om diam-diam... hehehe. Dan ternyata, dia memang jadi orang yang tinggi sampai sekarang, biarpun adiknya lebih tinggi lagi. 

Selama berteman sama Om, aku belajar banyak hal tentang diriku sendiri, lingkunganku, juga orang-orang di sekitarku. Aku rasa, aku bisa memahami semua pelajaran itu, karena aku kenal sama orang ini, peduli sama orang ini. Om juga menjadi salah satu orang, yang bisa membuat aku merasa aman dan nyaman.  

Akhir-akhir ini, Om juga enak buat dijadiin tempat curhat baik yang ringan maupun yang berat. Dijadiin tempat ngobrol apa aja mulai dari yang gak waras ampe yang waras. Terutama kalo udah ngomongin politik dan hukum. Rasanya kayak gak ada abis-abisnya kalau bahas ini sama dia. Dia juga salah satu teman yang bisa diandalkan, walaupun cukup egois dan sangat perhitungan. Dia bisa jadi laki-laki yang sangat sangat bertanggungjawab, bisa juga di saat yang sama berubah jadi anak yang paling manja bahkan lebih manja dari Syifa. Biarpun dia sering mementingkan ego dan untung rugi, dia adalah orang yang setia dan loyal kalo sudah bertekad. Dan dia, punya segudang cita-cita yang aku harap bisa dia raih, terutama jadi tukang martabak!! XDD

Om juga termasuk orang yang bernyali besar dan kayak gak takut sama apapun, kecuali serangga. Tapi hampir selalu ciut kalo udah ngebahas masalah-masalah internal yang menyangkut perasaan orang lain. Terkadang sifat keibuan Om muncul dan itu terlihat dari cara dia menyayangi teman-temannya. Bisa juga tiba-tiba dia jadi cerewet setengah mati, apalagi kalo udah membahas soal luka dan penyakit. Perlahan-lahan, Om mulai menjadi seseorang yang dewasa dan bisa dipercaya. Rasanya, aku suka gak percaya kalo membandingkan Om yang dulu dengan Om yang sekarang.

Dia juga suka banget ngelawak mulai dari yang garing ampe yang bener-bener bikin gak bisa berhenti ketawa. Kalopun garing, nantinya bakalan ada yang ketawa karena malu denger lawakan dia. Sekarang, aku gak lagi khawatir sama orang ini. Dulu aku cukup khawatir sama dia karena pergaulannya yang gak jelas. Hahahahha udah berasa ibunya aja. Tapi ya.... sejak melalui banyak pengalaman sama Om dan dia sendiri pun mengalami berbagai kejadian yang membuat dia belajar, dia mulai berubah. Semoga selamanya tetap begitu ya Om. Selamat bergabung dengan lingkungan baru :) 

Jangan lupakan aku! Aku berpengaruh besar lho dalam hidupmu! Hahahahhahahahaha canda bro XDDD




Monday, June 25, 2012

Describe 3# Shipo Asy Sy

Syifa Asy Syukri
Ini orang.... beneran Absurd. Aku setuju sama Kafka. Dia adalah seorang anak yang terkadang dewasa dan lebih sering jadi manja. Dia sangat mencintai Onyo dan punya cita-cita buat ketemu Onyo sampe dia seriiing banget mimpiin hal ini. Akhir-akhir ini dia begitu tertarik pada helfan yang menurut dia tu orang selalu lucu dan nampak bahagia. Dia punya segudang ide buat ngebalikin kata-kata orang mulai dari yang bikin speechless sampe yang bikin kesel setengah mati. Seorang anak manja yang isengnya gak ketolong.
Aku udah kenal sama ni anak sejak kelas 3 SD. Kita bisa deket karena waktu itu 1 kelas, sama-sama jadi bestfriend (dulu berasa keren kalo pake istilah ini) nya Claudia dan hidup dengan 1 loker bersama-sama. Jadilah kita sering curhat bareng sejak saat itu. Mulai dari ngomongin temen, sampe cowok!! Kalo dipikir-pikir... tau apa anak kelas 3 soal cowok?? Ya well... itulah kita. Dulu pengeeeen banget cepet-cepet jadi dewasa. Tapi pas udah dewasa, malah ngarep balik lagi ke masa anak-anak. Jadi orang dewasa itu berat.
Bagiku, Shipo itu seperti rumah. Tempatku untuk pulang. Tempatku untuk bersantai, bersenang-senang, bersih-bersih, dan aku tahu dia selalu ada untukku. Kurasa, aku juga berarti seperti itu buat dia. Diantara kami hampir tak ada rahasia. Kalaupun ada, nantinya juga kami akan sama-sama gatal untuk saling berbagi. Jadilah buka forum sharing yang bisa bikin begadang 2 hari. Dan begitulah kami kalau sudah bersama.
Shipo itu seorang teman dan rekan kerja yang baik. Entah kenapa, kami bisa melengkapi satu dengan yang lainnya tanpa perlu ada kontak yang jelas seperti berbicara. Tanpa berkata-kata, dia dapat memahamiku, begitupun sebaliknya. Tetapi, Shipo lah yang paling sering lebih memahamiku terlebih dahulu, bahkan beberapa kali melebihi aku memahami diriku sendiri.
Waktu itu pernah ada percakapan seperti ini diantara kami.
"Syif, tau gak... gue pengen banget punya cowok kayak lo.."
"Hah??"
"Iya.. jadi orangnya bisa diajak asik aja. Mau nge date cuman naik bebek-bebekan kek, atau cuma naik busway abis itu kesasar tetep aja hepi. Berdiri di bus berjam-jam tapi tetep bisa ketawa-ketiwi, mau diajak susah seneng bareng-bareng, enak diajak diskusi, curhat, ngobrol bahkan sekedar bercanda gak penting"
HAHAHAHAHAHAHAHAHAHA
aku rasa Syifa soulmateku. Tenang... aku normal dan selamanya akan begitu. Hanya saja, aku merasa sangat nyaman bersama Syifa.
Waktu aku bilang begitu, dia bingung. Ya jelaslah... serem juga kalo temenku ada yang bilang begitu. Tapi kemudian dia tersenyum dan menyatakan bahwa dia juga sependapat denganku. Bahkan dia menambahkan contoh-contohnya dari pengalaman-pengalaman antara dia dan aku yang sangaaaaat banyak.
Mulai dari kabur dari UI buat nonton Thomas dan Uber Cup (Lee Yong Dae!!!), sekedar belajar bareng di perpus UI, nginep di rumahnya sampe di pinjemin daster ibunya (?), lomba ngupas mangga sama bapaknya di apartemen, subuh-subuh nyari jalan ke atap gedung, nonton pertandingan futsal timnya Gema, nyasar-nyasar di Jakarta, ngobrol gak berhenti di tempat ayam presto, nonton World Cup di kupat tahu malem-malem bareng ama pelayan-pelayan dan koki-koki nya, ngurusin stiker OSIS, daaaan banyak lagi. Itu aja yang di sebutin kebanyakan waktu masa SMA doang... hahahaha aku menghabiskan banyak hariku dengan orang ini.
Aku suka penasaran nanti kalau dia punya keluarga . dia akan jadi seperti apa. Si manja yang terkadang jadi dewasa dan punya ide unik segudang ini tumbuh menjadi gadis absurd yang moody dan menyenangkan untuk berbagi apa saja.
Semoga kamu bahagia ya Syif nantinya. Cari teman yang bisa ngertiin kamu dan bisa diajak susah seneng sama-sama. Kalau ada masalah, jangan kebanyakan mikir... nanti malah jadi tambah serba salah. Dibawa asik aja... inget kamu punya maag jadi makan yang bener. Inget juga kamu pendek jadi kalo mau naik bus pilih yang deket tiang posisi berdirinya.. apalagi kalo penuh. Jangan pegangan sama lengan orang lagi.. pegel tau gak nahan beban badanmu.
Ya... aku gak tau lagi harus menulis apa kalau dia orangnya. Jariku udah pegel, otakku masih bekerja dan mataku udah perih. Semakin dekat dengan orangnya, semakin sulit untuk mengungkapkan seperti apa dia. Intinya, dia adalah rumah, tempatku pulang.
Sampai jumpa lagi kawan :)
Ayo kita sama-sama berjuang di lingkungan yang baru!
Oya, aku juga suka sama Onyo jadi, bukan hanya kamu yang punya mimpi untuk ketemu sama dia! Ingat itu! Hahahahahahaha
Published with Blogger-droid v2.0.6

Friday, June 22, 2012

Describe #2 Nabol

Nabil Putra

Nabil itu orang yang ada-ada aja. Nabil selalu punya banyak kata dan banyak alasan yang bisa dikatakan untuk mengukuhkan pendapat dia, apalagi kalo dia benar-benar menguasai materinya. Bahkan dia sering bikin teori atau prinsip yang bisa dibilang ada benernya, biarpun hampir gak berdasar. 

Ini adalah salah satu prinsip dari Nabil yang sampai sekarang suka ku gunakan biarpun aku tahu itu gak bisa dibuktikan. Terutama dalam waktu dekat ini. :)

"Kalo orang sukses, semua ikhlasin aja. Pokoknya Ikhlasin aja"

Kata-kata ini biarpun konyol kalo diikutin 100%, tapi ada benernya juga. Gak mungkin seseorang bisa sukses kalo dia gak pernah ikhlas menerima semua kegagalan atau pengorbanan yang sebelumnya dia dapatkan. Waktu itu Nabil mengeluarkan kata-kata ini karena aku gak bisa terima sama perbuatan dia yang cukup kejam kepadaku (aku juga lupa dia ngapain karena hampir setiap hari dia begitu). Jadi aku protes sama dia dan berusaha membalas perbuatannya. Setelah aku berhasil membalasnya, dengan santai dia keluarkan prinsip tersebut, dengan menunjukkan wajah yang sok stay cool padahal sebenernya aku tahu dia udah panas.

Menurutku Nabil adalah seorang adik kelas yang lucu. Dia pernah bilang bahwa dia berharap aku jadi kakaknya. Bahkan dia pernah minta untuk bertukar posisi dengan Obin agar dia bisa menjadi adikku yang sesungguhnya. Suara Nabil adalah salah satu suara yang bikin aku gemes. Apalagi kalo dia udah mulai nyanyi. Rasanya pengen ku rekam buat kenang-kenangan.

Nabil selalu bilang dia gak pernah galau dan gak akan pernah galau.

"Galau itu bukan Nabil"

Katanya sih gitu... Tapi tetep aja kalo udah sampe klimaks pasti dia bakalan bercerita dengan kalimat yang menunjukkan bahwa sebenernya dia galau.

"Aduh gimana nih kak...."

Dan kalimat itu hampir selalu dia gunakan setiap dia mau memulai ceritanya yang galau. Sebenernya aku udah mau ketawa aja kalo dia ngomong diawali sama kalimat itu.

"Pasti ini anak lagi galau" Kataku sambil menahan senyum.

Salah satu hal lainnya yang bikin aku hampir selalu ketawa kalo inget kelakukan Nabil adalah keberaniannya dan kepercayaan dirinya yang begitu tinggi. Waktu amandelku kambuh, aku gak bisa nelen sama sekali, bahkan air liur ku sendiri. Maka dari itu waktu jam makan siang aku bertanya pada Nabil

"Nabil.... mau telenin makananku gak?"

Dengan entengnya dia menjawab

"Boleh"

Seketika habis dia mengunyah makanan dari mulutnya di keluarkan ke sendok kemudian dia letakkan 'lepehan' itu diatas piringku!!! Aku sampe mual liat lepehannya nempel sama nasiku!

"NABIIILLLLL!!!"

"Loh katanya mau? Yaudah ini aku bantu Kak Angi"

-_____________-

Akhirnya kisah menggelikan ini diakhiri dengan kebaikan hati Giri yang mau menyingkirkan 'lepehan' itu dari piringku sampe bersih.

Biarpun dia iseng dan ada-ada aja, menurutku Nabil itu orang yang penuh kasih sayang dan perhatian. Dia sering membantuku tanpa kuminta bahkan menyapaku dengan begitu semangat sekalipun aku gak sadar ada dia di sana. Nabil juga punya alasan yang manis untuk pilihan hadiah kenang-kenangannya buat kelas XII, dan itu bikin aku kaget, gak percaya sekaligus tersanjung. Dia juga perhatian sama teman-temannya apalagi kalo teman-temannya lagi sakit. Anak baik ^^

Waktu itu aku pernah manggil dia kenceng banget padahal dia lagi sibuk. 

"Bentar kak"

Kemudian dia berlari ke kelas. Aku menunggu di bawah sambil bermain-main dengan yang lainnya. Dalam waktu singkat dia udah turun dan nyamperin aku.

"Ada apa kak?"

"Gak ada apa-apa... aku manggil aja"

"Ya ampun! Tau gak sih kak aku tuh udah buru-buru turun kirain ada apaan. Aku sampe suruh mereka cepet karena aku lagi ditunggu sama kak Angi!"

Hahahaahahha maaf ya Bil... aku iseng aja. Aku gak nyangka kamu nanggepin itu segitu seriusnya. Tapi aku senang sama Nabil yang seperti itu.

Nabil,
Aku gak akan jadi sombong dan tiba-tiba cas cis cus dengan bahasa lain kok Bil. Aku akan tetap jadi Angi, Ango atau apalah itu yang kamu kenal. Terima kasih ya karena kamu juga termasuk salah satu orang yang mau aja nanggepin ketidakjelasanku :)

Salah satu percakapan yang cukup rutin kami lakukan

"Halo Kak!"

"Siapa kamu?"

"Ah tuh kan males udah kalo gini... dasar Ango!"

"Ih apaan sih sok kenal banget"

"Damn! Fine! Liat nanti ya!"

XDD Hahahahahahaha
Aku bakalan kangen sama orang ini.







Wednesday, June 20, 2012

Describe #1 Rei-kun

Sebetulnya aku kurang suka mendeskripsikan seseorang dengan jelas di blog ku. Biasanya, aku mendiskripsikan orang itu (atau perasaanku pada orang itu) lewat puisi atau cerpen. Sengaja ku samarkan, karena aku malu. Entah kenapa rasanya isi pikiran dan hatiku diaduk-aduk kalau ada orang yang mengetahuinya. Biarlah aku (dan pastinya Tuhan) yang tahu. Tetapi kurasa, sudah saatnya aku mulai terbuka sedikit. Agar teman-temanku tahu, seperti apa mereka di mataku. Karena terkadang, aku jadi menyulitkan diriku sendiri karena tidak berani menunjukkannya.

Reihan memintaku untuk membuat postingan mengenai teman-teman. Mendeskripsikan mereka, tepatnya. Aku..... bingung 0_0 

Seharusnya aku belajar dari Shipo. Tetapi seharian ini kami sibuk dengan urusan cat, kuas, kain, gambar daaaan yang lainnya. Maka, urusan diluar itu semua, ku kesampingkan. Hmm oke! Karena yang memintanya adalah Reihan, maka aku akan mendeskripsikan dia terlebih dahulu. 




Reihan Putra

Pertama kenal dengan Reihan, aku tidak menyangka bahwa dia seorang anak yang menyenangkan. Dulu aku menganggapnya seorang anak polos, manja, yang gak tahu apa-apa tentang dunia. Aku tahu dia pintar, karena aku tahu nilai-nilai yang dia peroleh sejak dia kelas 6. Tapi, kepintaran akan dunia dan pelajaran di kelas, berbeda jauh menurutku. Nah, karena dia jauh dibawahku (umur) dan karena aku memiliki banyak adik, aku pun menganggapnya sebagai seorang anak-anak yang harus di urus, dimaklumi, dibantu dan di sayang. Maka, aku pun memperlakukannya seperti itu. 

Aku baru benar-benar mengenalnya waktu ke Bunkasai di PRJ akhir tahun 2011 lalu. Karena dia selalu meminta tolong padaku, kukira dia benar-benar tidak bisa melakukannya. Maka dari itu aku membantu dia sepenuhnya. Tapi ternyata, di hari sekolah dia malah bilang aku kayak pelayan! Ke banyak orang pula! Aku bener-bener sakit hati. Ternyata dia bisa melakukan semuanya! Hanya saja dia senang dilayani atau mungkin, dia senang melihatku melayani dia. Sejak saat itu, aku menganggap dia sebagai orang yang cukup menyebalkan dan bermulut tajam. 

Tetapi, ada begitu banyak sisi lucu dari Reihan yang bikin aku gak bisa marah lama-lama sama dia. Beberapa sisi lucunya muncul karena seperti apapun dia, tetap saja dia seorang anak kelas 9 yang berusia 15th. Sikapnya yang moody, malu-malu, suka membantah (padahal udah salah tapi gak mau ngaku), suka gak jelas, dan 'berusaha' bersikap dewasa atau menunjukkan bahwa dia sudah dewasa suka bikin aku ketawa sendiri. Selama ini dia cukup sering bilang begini padaku.

"Tuh kan Kak Angi... aku tuh udah dewasa"

dan aku menahan tawa dalam hati.

"Iya Rei iya"

Padahal sebetulnya aku ingin sekali berkata seperti ini.

"Kamu belum dewasa dan belum saatnya untuk jadi dewasa. Pelan-pelan saja Rei... dan lagi, orang dewasa gak akan bilang kalau dia 'sudah dewasa' ke orang yang lebih tua :)"

Aku tidak pernah mengatakan ini padanya karena aku tidak ingin merusak persepsi dirinya, akan dirinya sendiri. Nantinya juga dia akan tahu, apa itu dewasa yang kumaksud. Karena itulah dia lucu :3

Selain lucunya Reihan, bagiku dia itu tipe cowok yang cool yang cuek, agak egois, santai, keren ^^ dan cukup tajam. Kalau jalan salah satu tangannya hampir selalu masuk saku. Kalau aku dadah ke dia, dia cuma dadah sekitar 2x abis itu cuek lagi. Baru 3x aku lihat dia dadah cukup rusuh. Salah satunya adalah waktu aku baru saja dapat pengumuman bahwa aku lulus. Sumpah itu rusuh banget.

Tapi dibalik itu semua, aku tahu dia baik dan perhatian. Terkadang, aku sampe kaget sendiri menyadari kalau dia ternyata seperhatian itu sama teman-temannya. Biarpun terkadang itu dia sampaikan dengan cukup kejam, tapi tetap saja terdengar manis di telingaku. Dia juga cowok pertama yang ku kenal bisa meminta maaf secara terang-terangan, jujur, terbuka dan berani kepada teman-temannya. Sejak saat itu juga aku yakin kalau aku gak salah temenan sama dia. 

Reihan juga sering menanggapi ketidakjelasanku kalau lagi bosan atau error. Sebetulnya terkadang aku merasa agak kasihan sama dia karena menanggapiku dengan sabar. Tetapi, aku senang dia mau menanggapinya karena memang itu yang kubutuhkan. Terima kasih ^^ Jangan bosan ya menanggapi ketidakjelasanku Rei :)

Kemarin Reihan bilang aku ini enak diajak ngobrol biarpun aku gendut -__- hha

Bahkan dia bilang aku ini tong sampahnya dia. Jujur, aku senang sekali mendengarnya ^^
Dulu, aku pernah kehilangan seorang tong sampah yang juga berperan sebagai samsak ku. Saat itu, aku sangat berharap aku dapat menemukan seseorang yang bisa kujadikan tempat untuk bercerita apa saja dengan nyaman bahkan bisa sekalian jadi samsak, menggantikan posisinya. Sekarang sepertinya, aku tidak perlu mencari orang itu lagi. Aku gak tau sih apakah dia bersedia atau tidak jadi tong sampah. Tapi aku senang bisa menjadi tong sampahnya, biarpun istilah ini terdengar jorok. Bahkan menurutku, Reihan jauh lebih baik dari yang sebelumnya, kalau dia bersedia. 

Dulu aku sering nagih dia gambar muka ku XDD tapi dia bilang muka ku ini susah buat di gambar. Setelah dia ngomong begitu aku langsung ngaca di rumah dengan serius. kemudian aku tertawa! Hahaha aku suka kejujurannya! 

Sempat beberapa kali terlintas di otakku, "Kenapa aku baru kenal ni anak sekarang ya?"
Kurasa, aku sedikit menyesalinya. Padahal jika aku mengenalnya lebih awal, waktu ku dengan dia di sekolah gak hanya 1 tahun. Tapi ya... aku tidak suka menyesali sesuatu. Pasti ada suatu pelajaran penting yang bisa kuambil dari sini, maka aku selalu berusaha untuk tidak memikirkan hal ini. 

Kuharap hingga nantinya pun, aku tetap bisa berhubungan dengan Reihan seperti sekarang. Secara gak langsung, dia adalah penyelamat hidupku, media refresh dan charger ku kalau lagi kacau. Salah satu tempat main apa aja! Selain teman-teman AlKaLi ku. Biarpun obrolan kami suka gak penting, tetapi justru itulah yang membuat hari-hariku jadi lebih berwarna. Sebetulnya aku gak siap kehilangan hari-hariku yang seperti itu. Tapi, apa yang bisa kulakukan? Maka aku juga suka bertanya padanya.

"Apa kamu punya sesuatu yang ingin kamu lakukan bersamaku sebelum aku pergi?"
"Apa kamu punya pertanyaan?"
"Apa kamu punya permintaan?"