Kenapa perubahan selalu menyakitkan? kenapa mereka juga merasakan hal yang sama? apakah kurang kalau aku saja yang merasakan sakit ini? apakah ini yang disebut proses menuju kedwasaan? sekeras inikah jadi dewasa? apa maksud semua ini? kenapa bahkan pada mereka yang telah memiliki nya mereka pun tak bahagia? kapan kebahagiaan itu datang? apakah dia bahagia? apakah aku berhasil? ada apa dengan dunia ini? sesulit inikah ? harus begini?
Saturday, October 24, 2009
Friday, October 23, 2009
moonlight

Ini bulan yang kulihat didepan rumah beberapa bulan yang lalu.... Cahayanya bikin aku merenung.. hmm.. ya merenung.. tiba tiba jadi banyak pikiran gitu.. akhirnya, kufoto deh bulannya.. awalnya kufikir, gak akan sejelas ini gambarnya.. ternyata pas di zoom di komputer, gambarnya lumayan jelas! jadinya lumayan keren laaah.. hahahaha
jujur aku suka langit dan benda bendanya. yang terutama itu awan dan cahaya matahari, bulan purnama dan bulan sabit. Hujan juga keren.. apalagi tetesan tetesannya yang jalan jalan di jendela jendela.. hmm.. sugoi desu yo !^^ waktu itu juga pernah ada akatsuki (bulan merah).. purnama lagi!! kereeeeen banget! sebenernya sih.. itu jadi merah gara gara polusi jakarta yang tinggi.. hehe.. tp jadinya tuh misterius dan keren gitu bulannya.. apalagi bulannya tuh seolah olah menyimpan banyak kemarahan dan ketakutan.. sampe sampe kalo diperatiin lama lama jadinya merinding juga karena serem.. tapi dari semua itu.. tetep aja kesimpulannya satu 'KEREN!'
memang.. langit dan benda bendanya itu bagaikan lukisan allah yang gak ada duanya..
Thursday, October 22, 2009
Musim Gugur
Musim gugur musim jatuh
Jatuh dalam kegelapan atau jatuh ditempat yang diinginkan. Setidaknya, itu yang kutahu dari apa yang kulihat dibawah sana.
"hei daun.. kau tahu nantinya mau kemana?"
"entahlah ranting.. aku tak tahu"
"akan sangat sakit bila kau tak punya tujuan.. hanya mengikuti musim.. hari demi hari dan kemudian jatuh di musim ini.."
"ah..tak apa.. hanya itu yang dapat kulakukan sebagai aku..itu hidupku"
"benar benar tak punya tujuan? akan tambah menyakitkan lagi apabila kau diinjak hancur oleh mereka dibawah sana "
"injaklah.. toh aku tak peduli"
"bagaimana bisa kau tidak peduli? "
"ini semua akan berakhir.. bagaimana pun jadinya, aku akan tetap mati bukan?"
Angin bertiup.. membuat daun makin terkuras tenaganya untuk bertahan lebih lama lagi ada di atas pohon, menempel pada ranting
"ya..aku tahu..tapi,kau bisa memanfaatkan waktu terakhirmu.. dengan mencoba menjadi yang bermanfaat setidaknya, bagi dirimu sendiri"
"siapa yang membutuhkan daun seperti aku? bukankah hanya kamu?"
Angin berhembus cukup kuat dari barat
trek... daun terlepas dari ranting.
"hanya cobalah untuk berfikir bahwa kau berguna dan berhak mendapatkannya"
pesan ranting pada daun coklat yang perlahan jatuh itu terdengar sangat pelan namun penuh dengan kekuatan.
Berayun..pelan.. jatuh ke tanah.. mengikuti peraturan musim dan hukum gravitasi..
"apakah akan sakit jika sampai tanah? apa aku akan langsung terinjak tanpa sempat memulai apapun yang baru di kehidupanku kelak dibawah sana? Apa aku akan menjadi manfaat bagi yang lain??"
Pleek.. berakhirlah perjalanan daun itu di udara
"mama...lihat.. ada daun di rambutku"
"waaaah... warnanya coklat pekat.. "
"iya... bagus ya ma.. belum kotor lagi"
"hmm.. dia baru saja jatuh dari pohon ini sayang"
"ma.. boleh kubawa ?"
"untuk apa?"
"aku mau daun ini jadi penghias buku ku"
"wah.. ide yang bagus sayang.. nanti mama bantu di rumah ya.."
Aku melihatnya, anak itu tersenyum dengan tatapan bahagia tergambar diwajahnya.
-BEBERAPA TAHUN KEMUDIAN-
Seorang gadis duduk di bangku taman, beratapkan pohon besar yang rindang di musim gugur. Ia sibuk mengutak atik tempat pinsil birunya, sambil memangku sebuah buku tebal yang berhiaskan daun coklat kering di sampul depannya.
"kau kembali dengan utuh..daun"
"ya.. aku kembali dan berusaha bertahan untuk bisa kembali.. agar aku dapat mengucapkan terimakasih padamu, ranting peganganku, karena kau lah hal terakhir dalam hidupku"
PELANGI,Oktober 2009
Jatuh dalam kegelapan atau jatuh ditempat yang diinginkan. Setidaknya, itu yang kutahu dari apa yang kulihat dibawah sana.
"hei daun.. kau tahu nantinya mau kemana?"
"entahlah ranting.. aku tak tahu"
"akan sangat sakit bila kau tak punya tujuan.. hanya mengikuti musim.. hari demi hari dan kemudian jatuh di musim ini.."
"ah..tak apa.. hanya itu yang dapat kulakukan sebagai aku..itu hidupku"
"benar benar tak punya tujuan? akan tambah menyakitkan lagi apabila kau diinjak hancur oleh mereka dibawah sana "
"injaklah.. toh aku tak peduli"
"bagaimana bisa kau tidak peduli? "
"ini semua akan berakhir.. bagaimana pun jadinya, aku akan tetap mati bukan?"
Angin bertiup.. membuat daun makin terkuras tenaganya untuk bertahan lebih lama lagi ada di atas pohon, menempel pada ranting
"ya..aku tahu..tapi,kau bisa memanfaatkan waktu terakhirmu.. dengan mencoba menjadi yang bermanfaat setidaknya, bagi dirimu sendiri"
"siapa yang membutuhkan daun seperti aku? bukankah hanya kamu?"
Angin berhembus cukup kuat dari barat
trek... daun terlepas dari ranting.
"hanya cobalah untuk berfikir bahwa kau berguna dan berhak mendapatkannya"
pesan ranting pada daun coklat yang perlahan jatuh itu terdengar sangat pelan namun penuh dengan kekuatan.
Berayun..pelan.. jatuh ke tanah.. mengikuti peraturan musim dan hukum gravitasi..
"apakah akan sakit jika sampai tanah? apa aku akan langsung terinjak tanpa sempat memulai apapun yang baru di kehidupanku kelak dibawah sana? Apa aku akan menjadi manfaat bagi yang lain??"
Pleek.. berakhirlah perjalanan daun itu di udara
"mama...lihat.. ada daun di rambutku"
"waaaah... warnanya coklat pekat.. "
"iya... bagus ya ma.. belum kotor lagi"
"hmm.. dia baru saja jatuh dari pohon ini sayang"
"ma.. boleh kubawa ?"
"untuk apa?"
"aku mau daun ini jadi penghias buku ku"
"wah.. ide yang bagus sayang.. nanti mama bantu di rumah ya.."
Aku melihatnya, anak itu tersenyum dengan tatapan bahagia tergambar diwajahnya.
-BEBERAPA TAHUN KEMUDIAN-
Seorang gadis duduk di bangku taman, beratapkan pohon besar yang rindang di musim gugur. Ia sibuk mengutak atik tempat pinsil birunya, sambil memangku sebuah buku tebal yang berhiaskan daun coklat kering di sampul depannya.
"kau kembali dengan utuh..daun"
"ya.. aku kembali dan berusaha bertahan untuk bisa kembali.. agar aku dapat mengucapkan terimakasih padamu, ranting peganganku, karena kau lah hal terakhir dalam hidupku"
PELANGI,Oktober 2009
panas...
membakar kulit, seolah membakar tungku
Aku tak peduli meski itu sakit
Meski aku hancur nantinya
Aku tahu serpihan itu
kulitku bagai remah kue kering hancur bertaburan tak beraturan di jalanan
Aku sudah biasa melihatnya
Sekalipun kasihan, hanya itu yang bisa kuperbuat
"BAKAR SAJA TERUS!! AYO TERUS!! " sekalipun aku tahu, kalimatku menyatakan aku kini menjadi pembunuh
pembunuh diriku sendiri
"MATI? setelah itu ada dunia baru kan?"
aku akan jadi manusia baru, pikirku
aku menginginkannya
menata ulang semuanya, mencari dimana yang aku inginkan berada
"ADA DIMANA?"
lagi lagi berkata ... sangat mengesalkan.
Dimana? mana kutahu.. aku hanya ingin menemukannya
sekalipun akan sangat sakit pada awalnya
ya... bakarlah semuanya
kulitku,hatiku, jantungku
buat aku lupa akan semuanya.. tepanya, tak lagi mengingatnya
buat aku disiplin, berikan hukumannya bila aku melanggar
Aku tak apa apa
Ya aku tak apa apa..
setidaknya, kata kata itu dapat menjadi topengku saat semua orang bertanya
saat semua sadar aku yang sebelumnya mati
Saat aku, menutupi nya dengan kebohongan ringkas yang memuakkan
membakar kulit, seolah membakar tungku
Aku tak peduli meski itu sakit
Meski aku hancur nantinya
Aku tahu serpihan itu
kulitku bagai remah kue kering hancur bertaburan tak beraturan di jalanan
Aku sudah biasa melihatnya
Sekalipun kasihan, hanya itu yang bisa kuperbuat
"BAKAR SAJA TERUS!! AYO TERUS!! " sekalipun aku tahu, kalimatku menyatakan aku kini menjadi pembunuh
pembunuh diriku sendiri
"MATI? setelah itu ada dunia baru kan?"
aku akan jadi manusia baru, pikirku
aku menginginkannya
menata ulang semuanya, mencari dimana yang aku inginkan berada
"ADA DIMANA?"
lagi lagi berkata ... sangat mengesalkan.
Dimana? mana kutahu.. aku hanya ingin menemukannya
sekalipun akan sangat sakit pada awalnya
ya... bakarlah semuanya
kulitku,hatiku, jantungku
buat aku lupa akan semuanya.. tepanya, tak lagi mengingatnya
buat aku disiplin, berikan hukumannya bila aku melanggar
Aku tak apa apa
Ya aku tak apa apa..
setidaknya, kata kata itu dapat menjadi topengku saat semua orang bertanya
saat semua sadar aku yang sebelumnya mati
Saat aku, menutupi nya dengan kebohongan ringkas yang memuakkan
Subscribe to:
Comments (Atom)