Thursday, September 15, 2011

tes tes!

Panik panik panik! gini nih penyakit kalau jadwal udah bentrok semua! Mulai dari sekolah sampe tempat les memperebutkan keberadaanku! -__-

Mengatur waktu memang masalah urgent yang sangat tottemo very sulit! Apalagi kalo udah kelas 3 begini -,- kacau~

Oke PR menumpuk dan rasa malas yang pelan-pelan menusuk pun kian menumpuk. "Ayo fokus-fokus...." "Gak BISA!"

yap hati nurani lagi berantem (lagi) di otak. Berisik!

Oke, tinggalkan blogger yang menggoda ini dan ayo fokuuuuus! konsentrasi! kekentalan o_o"...

jyaa nee
bye
dadah~
Published with Blogger-droid v1.7.4

Wednesday, September 14, 2011

Aku dan Tembok Itu

Ketika aku berbaring, rumput dengan lembut menyentuh kulitku yang sensitif. Diam, diam, diam. Dalam diam kurasakan tanah mulai menyatu dengan tubuhku. Kubentangkan tangan dan kutatap langit lekat-lekat. Awan dengan lekukannya yang khas seolah menari-nari diatas wajahku yang sudah kulupakan bentuknya. Kemudian langit secara perlahan memamerkan keindahan dirinya dengan bantuan sinar matahari yang selalu setia dan awan-awan putih yang sejak awal menggantung di atas sana hingga membuatku tak bisa beralih. Adakah tempatku di sana?

Dengan berat kutopang tubuhku dan mencoba untuk berdiri. Lagi-lagi, tembok besar itu menghalangi pandanganku untuk melihat langit yang indah dengan lebih jauh. Matahari pergi secara perlahan, menuju wilayah yang tak pernah kusentuh. Begitupun dengan awan-awan, yang seolah selalu setia menjadi pelengkap kehangatan matahari yang dicintai oleh semua mahluk hidup. Ya, ia selalu dicintai oleh banyak individu, banyak orang. Kemudian ketika lewat dari tengah hari, ia akan pergi, menuju tempat yang tak lagi bisa kujangkau. Tembok sial itu benar-benar mengganggu hidupku yang tak bisa disebut bahagia. Seolah meledek keterbatasanku, tembok besar itu tetap berdiri kokoh, enggan disingkirkan.

Jangan kalian tanya berapa kali aku mencoba menghancurkan tembok itu semampuku. Sudah kupukul dengan begitu banyak benda. Sudah ku dorong dengan seluruh kemampuan yang ada. Bahkan sudah kulumuri seluruh permukaannya dengan air mata derita yang selama ini berderai jatuh tak terbendung. Kemana semua orang? mengapa hanya aku yang di sini? apakah sehina itu diriku hingga tak pantas hidup di balik tembok sial ini? Apa seburuk itu menjadi berbeda?

Aku kesepian. Terutama setelah matahari pergi meninggalkanku. Aku selalu menantikan kehangatannya. Menunggu senyumannya, menantikan tawanya. Sekalipun pada malam hari, aku jadi gila karenanya. Karena kepergiannya. Karena rasa rindu yang seolah merobek seluruh jantungku, lambungku, tenggorokanku, kulitku, bibirku. Aku rindu akan kehangatan yang ia bawa. Sekalipun itu menimbulkan candu dan bekas yang mendalam dalam setiap lukaku. Sekalipun kehadirannya, selalu menambahkan goresan dalam hatiku.

Seolah menantang tembok itu terus berdiri tegak di hadapanku. Seolah menghina, tembok itu tak pernah sedikitpun hilang dari hadapanku. Lapangan sempit ini sudah membuatku hampir-hampir gila. Aku butuh mereka yang berada di balik tembok sialan ini. Berteriakpun percuma. Takkan ada satupun yang mampu menolong. Bahkan burung-burung yang melintaspun menertawakanku dengan kicauannya yang ramai. Angin menghina dengan dorongannya yang kasar dan tembok itu. Ya, tembok itu. Menatap dengan jijik kearah aku, yang tak kunjung mampu mengubahnya. 

Entah siapa yang salah, aku tak tahu. Bagaimana kisah awalnya? aku pun lupa. Yang kusadari hanya posisi melelahkan ini. Bahkan bayanganku pun enggan bersamaku lagi.


Tuesday, August 23, 2011

Luput

Tak satupun luput
Tetapi ini menjadi semakin akut

Aku bingung
Ada diantara banyak dengung

Ini hidup?
Wow hebat
Ini ternyata yang di sebut 'hidup'
Hebat

Aku terbabat


Thursday, August 18, 2011

Malam Persiapan Untuk Mabit Terakhir!

Sebagai intro, mabit adalah kegiatan menginap di sekolah yang bertujuan untuk mendalamkan pengetahuan anak murid akan agama islam di bulan Ramadhan. Nah, walaupun ini terdengar menarik terutama untuk yang belum pernah menginap di sekolahnya sendiri, kegiatan mabit adalah kegiatan 3x dalam setahun yang wajib diikuti. Daaaaaaaaaaaaaaaaaaaan..................... for your info *cailah!* aku sudah bersekolah di sekolah ku tercinta tersebut selama hampir 12 tahun! Dan alhamdulillah sekarang sedang berjalan merambat dengan sangat lambat menuju angka pasti, 12 tahun. Bahkan lebih sepertinya.

Berdasarkan data diatas, bisa dipastikan bahwa aku sudah mengikuti mabit lebih dari 10 kali! Sejak masih belum sadar pernah tidur di sekolah sampe udah ahli packing barang buat mabit. Dalam waktu kurang dari 30 menit, aku sudah bisa menyiapkan barang-barang untuk mabit plus buku-bukunya. Bahkan plus dengan perlengkapan les di hari sabtu. Bahkan 30 menit yang terpotong adalah 30 menit waktu sahur sebelum atau kadang sesudah adzan subuh. Hehe sibuknya daku    -____-

hmm biarpun membosankan *terutama kalau dipikirkan*, tetap saja yang namanya mabit pasti menyenangkan. Atau setidaknya, menghibur. Karena menginap di sekolah bersama teman-teman memang sangat menyenangkan! Dan fakta itu tidak bisa disangkal sama sekali. Bayangkan, kita tidur di ruang kelas yang dimodifikasi sedemikian mungkin. Caranya sih sederhana. Hanya meminggirkan kursi dan meja belajar lalu menyapu dan mengepel lantai hingga bersih. Untungnya kelas kami sudah menggunakan Air Conditioner seperti sekolah swasta Jakarta pada umumnya sehingga nyamuk pada sungkan untuk gigit! Jangankan menggigit, bahkan bertamu pun nyamuk gak sanggup hahahahahha! Tidurpun menjadi sangaaat nyaman karena adeeeem~ *bahkan kadang kelewat adem sampe bangun2 udah pada meler ijo-ijo semua*

Serunya lagi, kita buka puasa, sholat, taraweh bahkan sahur bersama-sama! Dan imam serta petugas kultum nya adalah murid-murid SMA putra yang digilir. Hehehehe seneng aja liat temen sendiri jadi imam taraweh... selain bangga dan haru *halah!* karena mereka adalah teman-teman sejak SD yang masih setia satu kelas, seneng juga melihat mereka sibuk menghafal dan membuat list surat-surat. Trus kalo salah kita godain deh wakakakakakakkaka. Entah kenapa setiap melihat mereka jadi imam aku selalu merasa beruntung dilahirkan menjadi perempuan... hehehe~

Lagipula, karena udah bareng dari kecil, rasanya tuh kayak ngeliat anak sendiri udah bisa jadi imam, hafal juz amma, ngasih kultum de el el! Gimana ya... feel nya tuh beda. Bener sih antara haru, bangga, seneng, geli, nyampur jadi satu. Ah satu lagi! kaget! gak nyangka aja orang-orang se-ngasal itu bisa jadi pemimpin. Secara mendadak mereka jadi terlihat 'wow'.

Nah! kembali ke topik, besok adalah mabit terakhir angkatan kami, AlKaLi!! akhirnyaaaa kita kelas 12 kawan-kawan!!
Asal tau aja, sejak mulai masuk SMA, aku dan teman-teman sudah menghitung mundur kesempatan mabit kita. Mulai dari 9,8,7,6,5,4,3,2 dan akhirnya besoooooooooooooooook!!!!!! SATUUUUUUUUUUU!!!!!!!

UWOOOOOORRGGGGHHHHH!!! our best day will come pals!! Lets scream out louud!! Rasanya sangat membahagiakan!

Aku berjanji akan berusaha membuat mabit terakhir besok menjadi mabit yang menyenangkan untuk kita semua! Takkan kubiarkan mabit terakhir menjadi mabit yang tak berkesan atau bahkan jadi menyengsarakan! lihat saja! Aku akan beraksi! *backsound : Kotak-Beraksi*

alright! now iam burning! XDDDDDDD




Tuesday, August 09, 2011

Warung 'Ngapung' @Halong Bay, Vietnam

VIETNAM.
Entah kenapa negara ini menjadi begitu menarik setelah sempat saya kunjungi sebulan yang lalu. Negara yang baru merdeka kurang lebih 30th-nan ini masih sangat etnik dan tradisional. 
Penduduk yang berhasil saya kunjungi dan sempat saya ajak bicara *juga foto-foto :) * adalah penduduk Halong yang lebih dikenal dengan nama 'Halong Bay'. 

Halong Bay sendiri adalah salah satu teluk pariwisata yang menjadi tujuan utama banyak turis Vietnam, termasuk keluarga saya. Halong Bay memang memiliki daya tarik sendiri karena pulau-pulau yang kecil yang tersebar di teluk dekat Cina Daratan tersebut memang sangat banyak, sangat beragam dan sangat unik. Inilah yang membuat pemandangan di Halong Bay memang sangat-sangat indah. Namun sayang, namanya juga tempat pariwisata ya pasti sudah tercemar.

Sekedar info, jangan menyesal ketika memasuki kamar mandi di pelabuhan Halong. Its totally dirty! Dan parahnya, toilet pelabuhan tersebut memiliki dwifungsi. Selain sebagai kamar mandi yang seharusnya BISA menjadi tempat bersih-bersih, toilet disini sekaligus menjadi 'gudang' si penjaga toilet. parahnya, kita juga harus membayar 2000 Dong (Rp 1000) untuk toilet tersebut. Yang bahkan tissue pun tak ada. Air pun nyaris tak tersedia. Lebih tepatnya, fasilitas toilet tersebut hanya 'toilet' / lubang tempat pembuangan. Tau gitu mending saya gali lobang sendiri *hehehe*

Ya lupakan. itu adalah salah satu pengalaman 'menyebalkan' tapi sarat akan ilmu. Di salah satu pulau kecil Halong Bay, terdapat sebuah desa air yang rumah bahkan sekolahnya dibangun mengambang-ngambang diatas air. Bahkan takjubnya saya, penduduk sekitar menjajakan makanan dan minuman ringan (ciki, biskuit, coklat, minuman bersoda) yang biasa menjadi teman berlibur diatas sampan. Nekatnya lagi, mereka menjajakan dagangan tersebut kepada house boat yang jelas-jelas lebih besar. Gak takut ketabrak apa ya?

Saya sempat ngobrol dengan salah satu keluarga disana. bahkan ngobrol dengan sang nenek yang masih cantik walaupun sudah berumur 70th lebih


sumber : Dokumentasi Pribadi

Nenek ini sedang bermain bersama cucu-cucunya. Sedangkan putri nenek ini sedang menjajakan makanan dengan sampannya. Saya sangat bahagia karena diperbolehkan berfoto bersamanya. karena sewaktu di kota, sebagian besar orang Vietnam mengatakan "NO" dengan sangat keras walaupun lensa kamera hanya terarah ke dirinya. 


Sumber : Dokumentasi Pribadi\

Ini adalah kedua putri nenek yang sedang menjajakan makanan-makanan ringan diatas sampan. Terlihat pemandangan Halong Bay yang begitu indah di belakang mereka. Jumlah warung 'ngapung' di Halong Bay mencapai puluhan. Ajaibnya, semua pedagang 'warung ngapung' adalah wanita. Baru ku ketahui sesudah pergi kesana bahwa memang di Vietnam, wanita lah yang diandalkan dalam perekonomian keluarga.



Sumber : Dokumentasi Pribadi

Nenek bersama dengan cucu-cucu nya. Terlihat salah satu houseboat yang sedang menepi



Sumber : Dokumentasi Pribadi


Sumber : Dokumentasi Pribadi

Inilah beberapa pemandangan yang sangat sering dijumpai di Halong Bay. 

Tertarik ke Vietnam ? :)
hehehehe post-ing an ini tidak bermaksud mempromosikan apapun :D Tapi, kalau ada yang ke Vietnam... jangan lupa oleh-oleh nya yaaaa huahuahuahua XDDD