Tuesday, July 31, 2012

alone while together

Mungkin banyak orang menyadari, mungkin enggak. Tapi sekarang dunia sudah berubah. Sendiri bukan berarti sepi, beramai-ramai bukan berarti menyenangkan. Fisik dan jiwa sekarang sudah bisa terpisah kegiatannya. Hebat, tapi memuakkan.

Dulu, bahkan hingga sekarang, aku muak dengan orang yang ketika sedang pergi bersama keluarga atau teman-temannya ia hanya sibuk dengan gadget yang ia pegang. Senyum-senyum sendiri, cemberut tiba-tiba, bahkan bisa nangis sendiri padahal yang lain di sekitarnya sedang bersenang-senang.

Sialnya, aku mulai menikmati hal yang kubenci. Gak tau ini karma karena aku benar-benar tidak menyukainya, atau karena situasi yang mendukung. Sekarang, tidak setiap hari aku bertemu dengan teman-temanku. Rasanya... Cukup memuakkan. Aku lelah hanya berinteraksi dengan mereka melalui alat. Aku lelah, tapi butuh. Terkadang aku mengetik

"hahahahahaha"

Tapi sebetulnya, aku tidak tertawa. Mulutku tertutup rapat, pandanganku kosong, dan setelah itu aku menghela napas.

Bukannya aku tidak suka, hanya saja... Aku lelah berinteraksi seperti itu. Dan karena butuh, aku bertransformasi menjadi manusia yang menyebalkan untukku sendiri.

Sendirian di tengah keramaian. Dengan berat hati aku mengakui, Ya, sekarang aku menjadi seperti itu. Kuharap, ini cepat berakhir.

Published with Blogger-droid v2.0.6

Sunday, July 29, 2012

another gift ;D



Ini adalah sertifikat terunik, teraneh, paling maksa dan paling menyenangkan untuk dilihat. Sertifikat dari seorang raja usil yang nyebelin bernama Giri Ganapat, begitu dia menuliskan namanya sendiri.
Aku berjanji pada Giri akan membingkai sertifikat darinya kemudian memajangnya di kamar. Aku sudah menepati janjiku Gir :D
Aku akan menceritakan cerita singkat mengenai perjalanan selembar sertifikat ngaco ini. Sebelumnya sertifikat ngaco ini sempat ketinggalan di sekolah waktu akhir tahun. Aku bisa ingat membawanya karena Giri sendiri yang mengingatkannya. Parah ya... Hahaahha. Dari mobil, aku langsung lari ke kelas dan mengambilnya di dalam loker.
Malamnya, sempat aku bawa ngider ngalor ngidul ke PIM karena urusan money changer yang gagal!! -____- oke itu kenangan yang gak begitu menyenangkan.
Pulang dari backpacking, aku sempat 1 minggu lupa di mana aku meletakkannya. Baru kemudian aku ingat bahwa sertifikat itu aku masukkan ke dalam map sertifikat lulus SMA... Hahahaha pikunnya parah.
Ya... Sekian post singkat mengenai sertifikat ini. Kata ibuku, seharusnya ada foto Giri dengan muka ngaco diatas tanda tangannya. Tapi... Kalo emang ada, pasti itu sertifikat jadi makin keliatan ngaco. Aku gak nyangka Giri bakalan bikin itu, seniat itu. Kukira mau di tulis tangan...
Terima kasih aku ucapkan pada Giri Ganapat, yang membuat hari-hariku menjadi ramai sekaligus jadi cukup menyebalkan untuk diingat. Apalagi kalo Giri udah ngubah lepiku jadi aneh! Tampilannya jadi terbalik-balik gitu -_____- sumpah itu bete nya beneran. Jangan diulangi lagi ya Gir. Aku selain yang itu, aku kangen dijailin sama Giri :)
Published with Blogger-droid v2.0.6

Monday, July 23, 2012

Gift :)



Kemarin, setelah sekian lama tidak ke sekolah, akhirnya aku kembali mengunjungi sekolahku. Bertemu dengan adik-adik kelas, guru-guru, serta melihat anak-anak baru membuatku SANGAT BAHAGIA!!! Ternyata aku rindu dengan sekolahku...
Suasana pulang sekolah terasa menjadi cukup asing biarpun aku hafal situasinya. Aku jadi... Merasa asing di sekolahku sendiri, sedikit. Ternyata itu yang selama ini dirasakan oleh kakak kelasku yang sudah lulus jika mereka berkunjung ke sekolah. Memang agak aneh rasanya.
Pertama kali, aku bertemu dengan Iven, Shifa dan Diandra. Iven pakai behel!! WAAAW! Kemudian Risa datang dengan histeris. Diikuti oleh Nabil, Arman dan Giri :3 mereka yang paling kutunggu-tunggu!!! Nabil langsung ribut mencubit lenganku berkali-kali padahal bu Ifah sedang memberitahukan perkembangan puasa Rimba di sekolah. Kemudian datang Karrisa dan Fastira. Karrisa langsung memelukku diikuti fastira yang langsung bersandar. Rasanya... Bener-bener kayak masih sekolah. Aku dan Karrisa ngobrol cukup lama soal pakaiannya. Kemudian muncul Fikra :3 diikuti oleh teman2 sekelasnya (kecuali kafka) dan Reihan. Dari awal aku dan Reihan udah sms an buat ngomongin mau datang ke Al-Falah. Aku bahagiaaaaa TTATT tak bisa kuungkapkan dengan kata2.
Sebetulnya tujuan utamaku adalah Aisyah karena aku mau mengembalikan jas hujan punya Faruq yang kupinjam waktu di Dufan. Ternyata, Aisyah keluarnya belakangan -__-
Setelah urusanku dengan Aisyah selesai, aku mendapatkan sebuah hadiah dari Nabil.
"Ada bunganya kak"
"ini... Bunganya tumbuh dari dalem?"
Sambil kita membicarakan itu Reihan seenaknya aja mau membuka hadiah dari Nabil. ENAK AJA! Hadiah itukan buatku :p hahahaahahha aku dan Nabil kompakan ngambil hadiah itu dari Reihan. Maaf ya Rei.
Aku juga bertemu dengan om yang berpakaian rapi lengkap dengan pantofel seperti bapak-bapak. Rasanya sepatu mulus miliknya itu pengen kukotoriiiin sekotor-kotornya! Yang paling bikin ngakak adalah ternyata om diajakin mabit! Wakakakakaka aku puas ngetawain dia!
Aku juga memberikan hadiah untuk Giri, Nabil dan Reihan, sebagai ucapan terima kasihku atas hadiah-hadiah yang mereka berikan waktu aku sekolah. Rasanya sangat menyenangkan mereka menerima hadiahku :) disatu sisi.. Ada rasa sedih juga waktu liat mereka. Rasanya jadi agak... Jauh.
Di mobil, aku membuka hadiah yang dibungkus koran dari nabil. Di bagian depannya ada tulisan "Kak Angi".
Hahahaha Nabil banget tulisannya :D
Ternyata benar! Bunganya bukan di bungkus korannya, tapi di hadiahnya! Dia memberikan aku sterofoam bertuliskan kata2 mutiara dari Lion King yang dihias dengan niat banget... Hadiahmu bikin aku speachless bil. Aku gak menyangka seorang Nabil mau bikin sesuatu yang seperti itu buat aku... Huweeee TT.TT
Ada suratnya juga. Suratnya tambah bikin aku gak bisa ngomong... Ah.. Sulit diungkapkan dengan kata-kata bil. Maaf ya aku gak bisa bikin postingan ini dengan jelas. Aku gak tau lagi mau ngomong apa selain terima kasih Nabiiiiiiil :D Aku seneeeeng banget!! Nabil so sweeeet... Ah... Aku jadi kangen sekolah lagi.
Yah... Kurasa hari kemarin adalah salah satu hari terbaik yang kumiliki. Belajar yang benar ya adik-adik semua... Ikuti peraturan yang ada dan tetaplah jadi murid yang sopan dan berpikir positif.. Apapun yang kalian hadapi nantinya di SMA. Semangat!! Aku akan merindukan kalian :) jadi, nanti kalau aku suka gak jelas gitu gangguin lewat dunia maya atau sms, tanggapi dengan baik ya... Hahahahahahaha *ngarep*
See ya! :D

Published with Blogger-droid v2.0.6

Tuesday, July 17, 2012

Kyu... omo~

ehem... sekedar mau meletakkan sebuah foto yang baru saja saya temukan di dunia maya. Sepertinya saya telat, tapi yasudahlah.

Kyu melihat fans nya sambil tersenyum seperti itu.... omo >///<

XDD

Hehe Sekian. Lucu ya Kyuhyun? Maknae satu ini memang special!

Monday, July 16, 2012

My Home Sweet Home #1

Yep!! Aku akan berbagi berbagai kisah mengenai rumahku! Bukan mengenai surat tanah atau berapa harganya, tapi mengenai fisiknya, bagaimana ia menjaga keluargaku dan bagaimana ia dijangkau. Entah kenapa aku cukup tertarik untuk menuliskannya. Ya mumpung aku masih tinggal di rumah ini ^^

Rumahku berada di sebuah perumahan yang dikenal dengan nama Harapan Baru Regency, Bekasi Barat. Banyak orang menyalahartikan perumahan ini sebagai perumahan elit. Menurutku sih, ini seperti perumahan yang berkembang. Tidak semua rumah merupakan rumah elit, tapi memang sekalinya menemukan rumah elit, tak tanggung-tanggung mewahnya. Sebetulnya perumahan ini cukup aneh karena justru pintu masuk yang bukan utama menjadi akses utama keluar masuk. Sedangkan si pintu masuk utama sendiri, dibiarkan semakin menyempit bahkan menjadi pintu masuk tidak utama karena lebih sepi. Untungnya rumahku lebih dekat ke pintu masuk tidak utama, sehingga akses kemana-mana lebih mudah.

Pintu masuk tidak utama ini juga dekat dengan Stasiun Cakung dan pintu tol Bintara. Karena itu, keluargaku juga lebih sering menggunakan akses ini. Pintu tol Bintara jaraknya sekitar 500 meter dari Stasiun Cakung. Dekat kan? Tapi.. kalau di pagi hari.. macet di sini bisa sampai 1jam! Kalau jam pulang kerja, bisa lebih parah lagi. Karena kereta teruuuuus lewat sedangkan mobil juga terus masuk/keluar dari pintu tol sehingga semuanya menumpuk kayak teri dalam bungkus! Hindari jam-jam itu.

Oke! sekian tentang perumahan! Sekarang ini akan kumulai dari betapa dekatnya rumahku dengan pusat-pusat transportasi kota. Rumahku berada di pinggiran kota Jakarta, yang terhitung masuk ke wilayah Bekasi. Biarpun pada nyatanya, 5 rumah di samping rumahku saja sudah DKI Jakarta. Aku mengetahuinya jika ada kejadian mati listrik.

"Jakarta yang matiiii~" begitu kata orang-orang rumahku jika melihat tetangga-tetanggaku sebagian membiarkan rumahnya gelap gulita (jika di malam hari kejadiannya). Sedangkan Bekasi? hehehehe sorry aja.. Bekasi lebih jarang mati listrik daripada Jakarta. Sebetulnya sesekali aku ingin mengabadikan kejadian konyol ini. Sebelah terang benderang, sebelah gelap gulita. Padahal kita hidup di RT dan RW yang sama. Yah.. sepertinya nanti aku benar-benar akan mengabadikannya.

Nah karena berada di pinggiran, maka rumahku dekat dengan tempat nongkrong angkot, metromini dan omprengan (sejenis angkot tetapi terbuat dari mobil bak terbuka yang diberi tenda hitam), juga becak! Karena becak dilarang beroprasi di Jakarta, maka becak-becak ini beroprasi benar-benar di perbatasan antara Jakarta dengan wilayah di sebelahnya.  Ini detilnya : 

Angkot Merah (Rp 2000- Rp 4000)
31 (St. Bekasi-St. Cakung)
25 (rawamangun-St.Cakung)
25 (Cakung - St. Cakung)
03 (Kranji-Pondok Kopi jalan lama)
03 (Kranji-Pondok Kopi jalan baru)

Angkot Biru (Rp 2000-Rp 5000)

19 (Cililitan (PGC-UKI) - Pasar Kranji Lama)
26 (Kampung Melayu- Stasiun Bekasi)

Metromini (Rp 2000)

52 (St. Cakung- Kampung Melayu)
42 (Pulogadung-Pondok Kopi)
506 (Pondok Kopi-Kampung Melayu)
47 (Pondok Kopi-Senen)

Becak (Min Rp 5000)

Sebetulnya sih untuk becak, harga sesuai dengan nego, jarak tempuh dan ketulusan hati. Patokan harga yang kucantumkan adalah patokan harga yang biasa keluargaku gunakan.

Teman-temanku mencoba transportasi yang katanya khas Jakarta tapi gak boleh beroprasi di Jakarta -___- haha  mumpung lagi main ke rumahku

Larangan untuk para pebecak di wilayah perbatasan DKI


Untuk omprengan, aku tidak tahu sama sekali karena belum pernah menaikinya.

Nah, selain kendaraan-kendaraan kecil tersebut, rumahku juga dekat (Sekitar 1km) dengan Stasiun Kereta bernama Stasiun Cakung. Biasanya aku ke stasiun ini dengan berjalan kaki, naik motor (diantar/ojeg), atau naik becak. Tetapi yang paling sering adalah berjalan kaki karena jaraknya yang tanggung, tidak repot karena hanya membawa diri dan tidak mengeluarkan uang :) Itung-itung olahraga juga.

Stasiun Cakung merupakan stasiun kedua dari Stasiun Bekasi. Stasiun ini berada di jalur rel kereta api tua yang dibuat oleh Belanda. Jalur rel Stasiun Cakung langsung mengarah kepada pusat kota dan berakhir di Stasiun Jakarta Kota atau yang dikenal juga dengan nama Stasiun Beos. Beberapa Stasiun besar di Jakarta yang dapat dicapai dengan sekali naik kereta dari Stasiun Cakung ini adalah :

Stasiun Jatinegara (sekitar 10-15 menit)
Stasiun Manggarai (Sekitar 15 menit)
Stasiun Senen (Sekitar 30 menit)
Stasiun Gambir (Sekitar 40-45 menit)
Stasiun Cikini (Sekitar 30-35 menit)
Stasiun Jakarta Kota (sekitar 50 menit lebih)

Karena menuju ke arah Jawa, maka biasanya rel kereta di dekat rumah ku ini hampir selalu berisik. Mulai dari kereta penumpang dalam kota, luar kota, hingga kereta barang bahkan lokomotif buntung, selalu lewat setiap hari lebih dari 2x! 

Dekat ya ? haha -___- hampir aja

Adikku bergaya di rel dekat rumah

Teman-temanku yang melanjutkan icip transportasi  setelah becak


Belum selesai sampai disitu, sejak tahun lalu, wilayah di sekitar rumahku ini semakin dimanjakan oleh pemerintah Ibukota DKI Jakarta dengan dibuatnya Koridor Busway ke 11 :D

Koridor Busway ini rencananya akan berakhir di Halte Pulogebang. Halte Pulogebang ini bukan hanya sembarang halte kecil karena pemerintah sedang membangunnya menjadi Terminal Bus besar di pinggir kota Jakarta seperti Kampung Rambutan. Maka, wilayah di sekitar rumahku akan menjadi semakin ramai!! Tetapi, karena Terminal besar itu belum selesai, maka Busway Koridor 11 untuk saat ini hanya berhenti di halte Walikota Jakarta Timur, 1 halte terakhir sebelum halte Terminal Pulogebang. 

Halte Walikota Jakarta Timur dapat dicapai dengan menggunakan motor (diantar/ojeg), atau metromini 52 dari Stasiun Cakung. Untuk jalankaki, tidak disarankan karena jaraknya lebih dari 1km.. itu... melelahkan. Halte ini memiliki beberapa kelebihan dibadingkan dengan halte-halte lain di Jakarta. Didalamnya ada fasilitas toilet bahkan mushola! Untuk toilet, sebetulnya ini adalah halte kedua yang aku lihat ada toiletnya, selain halte PIM. Tetapi, ini lebih besar dan bersih! Katanya sih ini sebagai halte percontohan... untuk halte-halte busway berikutnya. Semoga benar-benar terwujud karena itu akan sangat membantu untuk para penumpang!

Halte Walikota Jakarta Timur. Letaknya pas di depan gedung Walikota Jakarta Timur 

Kalau jam pulang kerja tiba, di sini bisa macet hingga berjam-jam -__-


Satu lagi, ini baru rencana pemerintah sebetulnya. Rumahku dekat sekali dengan BKT (Banjir Kanal Timur), semacam kanal buatan untuk menghindarkan Jakarta dari banjir. Katanya, baru katanya sih, nantinya kanal yang sangat panjang, melewati wilayah tengah kota Jakarta dan bermuara di laut ini akan dijadikan sebagai jalur transportasi air untuk dalam kota. Keren ya? Ya... semoga aja proyeknya terus dilanjutkan. Nantinya, kalau memang ada transportasi air semacam ini, Jakarta gak akan kalah keren dari Bangkok yang sudah memulainya sejak dulu ^^ Jadi gak sabar! Dan, di sepanjang BKT ini, sudah dibuat jalur sepeda dan trotoar untuk para pejalan kaki. Nantinya, hehehe... aku bisa sepedaan lurrrrruuuuuuuussss aja sampe Ancol! Hoh membayangkannya saja membuatku bahagia. Ya semoga saja gak sekedar rencana :)