Tuesday, June 26, 2012

Backpacker Pemula! #1


Hari ini perjalanan panjang akan dimulaaaaai!!
Sekarang kami berenam sudah menunggu boarding di terminal 3. Air Asia akan membawa kami ke Saigon, ibu kota Vietnam yang juga dikenal dengan nama Ho Chi Minh.
Ranselku yang amat sangat besar dengan berat 8,4 kg sudah masuk ke bagasi. Ternyata, yang perempuan rata2 membawa ransel dengan berat 8kg. Sedangkan yang laki-laki? Seperti biasa... hidup mereka lebih simple. Hanya 5kg -_____- curang
Kami sudah sholat dan makan hingga kenyang. Orangtua setiap anak sudah memberikan begitu banyak pesan dan nasehat yang akan sangat berguna untuk kami. Tentu saja mereka khawatir. Diantara kami berenam hanya 1 orang yang sudah kuliah semester akhir. Sisanya? 4 anak SMA dan 1 anak yang baru lulus SMA sebulan yang lalu yaitu aku. Tujuan kami pun adalah negara2 berkembang yang cukup rawan. Vietnam, Kamboja, Thailand dan ditutup dengan mengambil waktu transit yang panjang di Singapur biar bisa jalan-jalan :D
Rasanya sudah tidak sabar ingin melihat Saigon malam ini!!!
Semoga kami semua bersenang-senang di sana :)
Published with Blogger-droid v2.0.6

Monday, June 25, 2012

Describe 3# Shipo Asy Sy

Syifa Asy Syukri
Ini orang.... beneran Absurd. Aku setuju sama Kafka. Dia adalah seorang anak yang terkadang dewasa dan lebih sering jadi manja. Dia sangat mencintai Onyo dan punya cita-cita buat ketemu Onyo sampe dia seriiing banget mimpiin hal ini. Akhir-akhir ini dia begitu tertarik pada helfan yang menurut dia tu orang selalu lucu dan nampak bahagia. Dia punya segudang ide buat ngebalikin kata-kata orang mulai dari yang bikin speechless sampe yang bikin kesel setengah mati. Seorang anak manja yang isengnya gak ketolong.
Aku udah kenal sama ni anak sejak kelas 3 SD. Kita bisa deket karena waktu itu 1 kelas, sama-sama jadi bestfriend (dulu berasa keren kalo pake istilah ini) nya Claudia dan hidup dengan 1 loker bersama-sama. Jadilah kita sering curhat bareng sejak saat itu. Mulai dari ngomongin temen, sampe cowok!! Kalo dipikir-pikir... tau apa anak kelas 3 soal cowok?? Ya well... itulah kita. Dulu pengeeeen banget cepet-cepet jadi dewasa. Tapi pas udah dewasa, malah ngarep balik lagi ke masa anak-anak. Jadi orang dewasa itu berat.
Bagiku, Shipo itu seperti rumah. Tempatku untuk pulang. Tempatku untuk bersantai, bersenang-senang, bersih-bersih, dan aku tahu dia selalu ada untukku. Kurasa, aku juga berarti seperti itu buat dia. Diantara kami hampir tak ada rahasia. Kalaupun ada, nantinya juga kami akan sama-sama gatal untuk saling berbagi. Jadilah buka forum sharing yang bisa bikin begadang 2 hari. Dan begitulah kami kalau sudah bersama.
Shipo itu seorang teman dan rekan kerja yang baik. Entah kenapa, kami bisa melengkapi satu dengan yang lainnya tanpa perlu ada kontak yang jelas seperti berbicara. Tanpa berkata-kata, dia dapat memahamiku, begitupun sebaliknya. Tetapi, Shipo lah yang paling sering lebih memahamiku terlebih dahulu, bahkan beberapa kali melebihi aku memahami diriku sendiri.
Waktu itu pernah ada percakapan seperti ini diantara kami.
"Syif, tau gak... gue pengen banget punya cowok kayak lo.."
"Hah??"
"Iya.. jadi orangnya bisa diajak asik aja. Mau nge date cuman naik bebek-bebekan kek, atau cuma naik busway abis itu kesasar tetep aja hepi. Berdiri di bus berjam-jam tapi tetep bisa ketawa-ketiwi, mau diajak susah seneng bareng-bareng, enak diajak diskusi, curhat, ngobrol bahkan sekedar bercanda gak penting"
HAHAHAHAHAHAHAHAHAHA
aku rasa Syifa soulmateku. Tenang... aku normal dan selamanya akan begitu. Hanya saja, aku merasa sangat nyaman bersama Syifa.
Waktu aku bilang begitu, dia bingung. Ya jelaslah... serem juga kalo temenku ada yang bilang begitu. Tapi kemudian dia tersenyum dan menyatakan bahwa dia juga sependapat denganku. Bahkan dia menambahkan contoh-contohnya dari pengalaman-pengalaman antara dia dan aku yang sangaaaaat banyak.
Mulai dari kabur dari UI buat nonton Thomas dan Uber Cup (Lee Yong Dae!!!), sekedar belajar bareng di perpus UI, nginep di rumahnya sampe di pinjemin daster ibunya (?), lomba ngupas mangga sama bapaknya di apartemen, subuh-subuh nyari jalan ke atap gedung, nonton pertandingan futsal timnya Gema, nyasar-nyasar di Jakarta, ngobrol gak berhenti di tempat ayam presto, nonton World Cup di kupat tahu malem-malem bareng ama pelayan-pelayan dan koki-koki nya, ngurusin stiker OSIS, daaaan banyak lagi. Itu aja yang di sebutin kebanyakan waktu masa SMA doang... hahahaha aku menghabiskan banyak hariku dengan orang ini.
Aku suka penasaran nanti kalau dia punya keluarga . dia akan jadi seperti apa. Si manja yang terkadang jadi dewasa dan punya ide unik segudang ini tumbuh menjadi gadis absurd yang moody dan menyenangkan untuk berbagi apa saja.
Semoga kamu bahagia ya Syif nantinya. Cari teman yang bisa ngertiin kamu dan bisa diajak susah seneng sama-sama. Kalau ada masalah, jangan kebanyakan mikir... nanti malah jadi tambah serba salah. Dibawa asik aja... inget kamu punya maag jadi makan yang bener. Inget juga kamu pendek jadi kalo mau naik bus pilih yang deket tiang posisi berdirinya.. apalagi kalo penuh. Jangan pegangan sama lengan orang lagi.. pegel tau gak nahan beban badanmu.
Ya... aku gak tau lagi harus menulis apa kalau dia orangnya. Jariku udah pegel, otakku masih bekerja dan mataku udah perih. Semakin dekat dengan orangnya, semakin sulit untuk mengungkapkan seperti apa dia. Intinya, dia adalah rumah, tempatku pulang.
Sampai jumpa lagi kawan :)
Ayo kita sama-sama berjuang di lingkungan yang baru!
Oya, aku juga suka sama Onyo jadi, bukan hanya kamu yang punya mimpi untuk ketemu sama dia! Ingat itu! Hahahahahahaha
Published with Blogger-droid v2.0.6

Deep Blue Sea


Sekarang aku sedang duduk menikmati rasa pegal di sekujur tubuh. Menatap sebuah minuman yang sebetulnya bukan milikku, sambil menahan perih mataku yang semakin berat. Aku sangat lelah. Sumpah, kemarin adalah hari yang kacau! Kalimat itu yang dari tadi berputar di kepala ku.
Aku baru saja menerima surat tanda lulus kemarin. Dilanjutkan dengan kerja keras untuk drama akhir tahun ditambah dengan rasa ngilu karena berpisah dengan teman-teman.
Jam pulang kemarin aku meninggalkan sekolah dengan berat hati. Sialnya, salah satu teman perjalanan besarku besok menonton akhir tahun sekolah dan mengajakku (memaksa sepertinya) untuk rapat. LAGIII??? pekik ku dalam hati. Ya yasudahlah. Demi keberangkatan kita yang H-2. Demi mewujudkan mimpi jadi backpacker pemula.
Aku pun pulang ke rumah orang lain. Sampai di sana, aku disambut oleh teriakan kakak kelasku yang membuatku jadi lebih bersemangat. Kami langsung ribut ngobrol ini-itu, sekolah, akhir tahun, perjalanan dan lain-lain. Termasuk Super Junior!! Karena kami sama-sama ELF :)
Tidak berapa lama ada usulan dari si tuan rumah bahwa kami akan pergi ke PIM.
"Apaaa??! Bahkan aku yang sedang banyak pikiran dan ngantuk ini belum sempat pulang ke rumah. Kenapa aku harus jadi anak gaul ke PIM segala malam2! "
Itu suara hatiku. Ternyata, tujuannya adalah 1. Money Changer. Ok fine! Masuk akal. Maka sekitar pukul 7, kami berempat plus Hedi berangkat menuju PIM. NICE!
Sampai di sana.... JENG JENG JENG...
Money changer : Closed.
DEG! Mendadak aku jadi pusing. Tau gini mendinganan dari tadi tidur aja... pulang.
Akhirnya kami berlima terdampar di PIM sampai jam 10 di foodcourt, sibuk mengatur rencana ke Money Changer esok hari, rapat (lagi), teknis soal HT daaaan segala macamnya. Tanganku masih menggenggam sertifikat dari Giri sambil menahan kantuk dan galau yang amat sangat dalam. Sedih...
Akhirnyaa!! Pukul 11 malam aku tiba di rumah diantar oleh para mahluk-mahluk pengrusuh itu. Ya tapi biarpun mereka sering mengesalkan, aku tetap gak benci karena sebetulnya mereka itu masih bocah juga. Dimaklumi lah... dengan kesabaran yang benar-benar luaaaaaaaaar biasa.
Jadilah hari ini aku kembali terdampar di ke Kelapa Gading bersama 2 orang teman seperjalanan perempuan yang waras. Si orang paling ngotot dan orang paling sering protes justru TIDAK HADIR di Gading karena yang satu sakit dan satunya lagi gak mau kalo gak ada temen cowoknya. GROAR
oke kami pun ke Money Changer sambil menahan ngantuk yang bikin perih. Setelah itu membeli segala macam perlengkapan dan pulang ke kediaman masing-masing.
Dalam perjalanan pulang, ada 1 hal lagi yang bikin aku rasanya mau tidur aja dan gak mau inget besok harus berangkat.
PACKING! Yep tas ku masih kosong melompong. Bagooos!! Kapan tidurnya daku??
Akhirnya justru aku tertidur karena udah gak mampu lagi mikir.
Kemudian, kisah selanjutnya diisi oleh kesibukanku bolak-balik di dalam rumah mengumpulkan pakaian dan perlengkapan. Raselku sudah tergeletak manis di dekat pintu lengkap dengan tas pinggang berisi paspor dan yang lain-lainnya. Akhirnya aku bisa santai nge-blog melanjutkan tulisanku tadi siang.
DEEP BLUE SEA
saking dalamnya, tidak ada yang tahu apa yang sebetulnya ada di balik sana. Sebetulnya, itu yang sedang ku rasakan... tapi tidak bisa dikeluarkan karena jadwal yang padat... haha tepatnya kacau.
Oke sekian.
Selamat beristirahat
Published with Blogger-droid v2.0.6

Friday, June 22, 2012

Yep Already Over

Rasanya kepalaku kopong, kayak tahu sumedang. Teralu banyak hal yang dipikirkan, dirasakan, dan perlu untuk di pertimbangakan. Tapi hampir gak mungkin semua list yang udah ada dan berantakan di kepalaku bisa ku urai satu-satu. Hari ini sungguh melelahkan.

Tanggal 22 bulan Juni tahun 2012. Hari terakhir efektifku di sekolah. Dari tadi pagi waktu bangun tidur otakku udah bekerja keras untuk berpikir 

"Sebaiknya apa yang kulakukan nanti di sekolah?"

Apakah aku harus tetap tersenyum dan melupakan kata 'terakhir' atau ngikutin mood aja maunya apa atau bener-bener berusaha memenuhi apa mauku di hari terakhir, atau..... 

Hmm... buntu.

Tadi aku sarapan pagi bersama teman-teman seperjuangan di tempat makan SMP. Shipo membawa Nasi Uduk buatan neneknya lengkap dengan tempe orek, telur dan bakwan. Awalnya aku mau datang sepagi mungkin, tapi ternyata ban mobilku bocor! Alhasil aku datang telat, lari-lari, langsung makan, dan mules.

Suaraku sudah serak karena dari kemarin harus selalu latihan menyanyi. Pinggangku juga sudah pegal angkat barang ini-itu, bolak-balik, naik-turun. Akhirnya boro-boro mikir hari terakhir. 

Tapi biarpun begitu, aku mengalami banyak percakapan dan kejadian yang membuatku sadar bahwa setelah hari ini aku gak akan lagi bangun pagi, pake seragam, dan berangkat ke cibubur. Itu semua baru terpikirkan lagi setelah aku mengalami waktu yang cukup panjang di ruangan gelap yang sempit beberapa jam yang lalu karena macet. 

Aku lagi-lagi... buntu.

Hahahahahhahahahahahahhahaha lebih baik tertawa saja lalu lalui seperti biasa. Ya kan? Kurasa itu yang terbaik.

Describe #2 Nabol

Nabil Putra

Nabil itu orang yang ada-ada aja. Nabil selalu punya banyak kata dan banyak alasan yang bisa dikatakan untuk mengukuhkan pendapat dia, apalagi kalo dia benar-benar menguasai materinya. Bahkan dia sering bikin teori atau prinsip yang bisa dibilang ada benernya, biarpun hampir gak berdasar. 

Ini adalah salah satu prinsip dari Nabil yang sampai sekarang suka ku gunakan biarpun aku tahu itu gak bisa dibuktikan. Terutama dalam waktu dekat ini. :)

"Kalo orang sukses, semua ikhlasin aja. Pokoknya Ikhlasin aja"

Kata-kata ini biarpun konyol kalo diikutin 100%, tapi ada benernya juga. Gak mungkin seseorang bisa sukses kalo dia gak pernah ikhlas menerima semua kegagalan atau pengorbanan yang sebelumnya dia dapatkan. Waktu itu Nabil mengeluarkan kata-kata ini karena aku gak bisa terima sama perbuatan dia yang cukup kejam kepadaku (aku juga lupa dia ngapain karena hampir setiap hari dia begitu). Jadi aku protes sama dia dan berusaha membalas perbuatannya. Setelah aku berhasil membalasnya, dengan santai dia keluarkan prinsip tersebut, dengan menunjukkan wajah yang sok stay cool padahal sebenernya aku tahu dia udah panas.

Menurutku Nabil adalah seorang adik kelas yang lucu. Dia pernah bilang bahwa dia berharap aku jadi kakaknya. Bahkan dia pernah minta untuk bertukar posisi dengan Obin agar dia bisa menjadi adikku yang sesungguhnya. Suara Nabil adalah salah satu suara yang bikin aku gemes. Apalagi kalo dia udah mulai nyanyi. Rasanya pengen ku rekam buat kenang-kenangan.

Nabil selalu bilang dia gak pernah galau dan gak akan pernah galau.

"Galau itu bukan Nabil"

Katanya sih gitu... Tapi tetep aja kalo udah sampe klimaks pasti dia bakalan bercerita dengan kalimat yang menunjukkan bahwa sebenernya dia galau.

"Aduh gimana nih kak...."

Dan kalimat itu hampir selalu dia gunakan setiap dia mau memulai ceritanya yang galau. Sebenernya aku udah mau ketawa aja kalo dia ngomong diawali sama kalimat itu.

"Pasti ini anak lagi galau" Kataku sambil menahan senyum.

Salah satu hal lainnya yang bikin aku hampir selalu ketawa kalo inget kelakukan Nabil adalah keberaniannya dan kepercayaan dirinya yang begitu tinggi. Waktu amandelku kambuh, aku gak bisa nelen sama sekali, bahkan air liur ku sendiri. Maka dari itu waktu jam makan siang aku bertanya pada Nabil

"Nabil.... mau telenin makananku gak?"

Dengan entengnya dia menjawab

"Boleh"

Seketika habis dia mengunyah makanan dari mulutnya di keluarkan ke sendok kemudian dia letakkan 'lepehan' itu diatas piringku!!! Aku sampe mual liat lepehannya nempel sama nasiku!

"NABIIILLLLL!!!"

"Loh katanya mau? Yaudah ini aku bantu Kak Angi"

-_____________-

Akhirnya kisah menggelikan ini diakhiri dengan kebaikan hati Giri yang mau menyingkirkan 'lepehan' itu dari piringku sampe bersih.

Biarpun dia iseng dan ada-ada aja, menurutku Nabil itu orang yang penuh kasih sayang dan perhatian. Dia sering membantuku tanpa kuminta bahkan menyapaku dengan begitu semangat sekalipun aku gak sadar ada dia di sana. Nabil juga punya alasan yang manis untuk pilihan hadiah kenang-kenangannya buat kelas XII, dan itu bikin aku kaget, gak percaya sekaligus tersanjung. Dia juga perhatian sama teman-temannya apalagi kalo teman-temannya lagi sakit. Anak baik ^^

Waktu itu aku pernah manggil dia kenceng banget padahal dia lagi sibuk. 

"Bentar kak"

Kemudian dia berlari ke kelas. Aku menunggu di bawah sambil bermain-main dengan yang lainnya. Dalam waktu singkat dia udah turun dan nyamperin aku.

"Ada apa kak?"

"Gak ada apa-apa... aku manggil aja"

"Ya ampun! Tau gak sih kak aku tuh udah buru-buru turun kirain ada apaan. Aku sampe suruh mereka cepet karena aku lagi ditunggu sama kak Angi!"

Hahahaahahha maaf ya Bil... aku iseng aja. Aku gak nyangka kamu nanggepin itu segitu seriusnya. Tapi aku senang sama Nabil yang seperti itu.

Nabil,
Aku gak akan jadi sombong dan tiba-tiba cas cis cus dengan bahasa lain kok Bil. Aku akan tetap jadi Angi, Ango atau apalah itu yang kamu kenal. Terima kasih ya karena kamu juga termasuk salah satu orang yang mau aja nanggepin ketidakjelasanku :)

Salah satu percakapan yang cukup rutin kami lakukan

"Halo Kak!"

"Siapa kamu?"

"Ah tuh kan males udah kalo gini... dasar Ango!"

"Ih apaan sih sok kenal banget"

"Damn! Fine! Liat nanti ya!"

XDD Hahahahahahaha
Aku bakalan kangen sama orang ini.