senja datang merendah menghampiri ilalang muda
seolah ingin tersentuh atau mungkin menyentuh
seberapapun ilalang hijau itu merunduk, senja tetap datang padanya
"mengapa kau selalu datang wahai senja? "
"ini lah takdirmu"
selalu percakapan itu yang berulang.. di saat tengah hari sudah lewat
angin semilir menonton dengan tenang
melewati sela sela kosong sepi ilalang muda yang tambal sulam
tercabik, robekan robekan dalam, tak lagi dapat terlihat
hanya berusaha menutupnya, agar melupakan semua
"kau ingin berubah dengan segala luka itu?" tanya senja yang makin rendah dan memerah marah
"hanya ini yang kupunya"
hening...
suasana menghitam, seolah mati
entah apa yang terjadi..
entah kemanakah ilalang itu dibawa pergi..
semoga ia menemukan dirinya sendiri, bukan hanya luka tambalan di sela sepi
seolah ingin tersentuh atau mungkin menyentuh
seberapapun ilalang hijau itu merunduk, senja tetap datang padanya
"mengapa kau selalu datang wahai senja? "
"ini lah takdirmu"
selalu percakapan itu yang berulang.. di saat tengah hari sudah lewat
angin semilir menonton dengan tenang
melewati sela sela kosong sepi ilalang muda yang tambal sulam
tercabik, robekan robekan dalam, tak lagi dapat terlihat
hanya berusaha menutupnya, agar melupakan semua
"kau ingin berubah dengan segala luka itu?" tanya senja yang makin rendah dan memerah marah
"hanya ini yang kupunya"
hening...
suasana menghitam, seolah mati
entah apa yang terjadi..
entah kemanakah ilalang itu dibawa pergi..
semoga ia menemukan dirinya sendiri, bukan hanya luka tambalan di sela sepi
No comments:
Post a Comment
silahkan tulis komentar anda :D